JawaPos.com – Triwulan pertama tahun ini telah dilewati. Hingga kini, jumlah paket pekerjaan pemerintah yang masuk proses lelang masih sangat minim. Berdasar data Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLP-BJ) Pemkab Gresik, baru 46 paket yang mulai diproses. ’’Memang masih sedikit karena baru awal tahun,’’ jelas Kepala BLP-BJ Oedi Magiantonius Sabtu (1/4).

Di antara 46 paket tersebut, hanya 16 dokumen lelang yang sudah ter-upload di website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Sudah ada pemenang lelang untuk 11 paket proyek. Sisanya dikembalikan ke masing-masing SKPD pengelola anggaran. Mereka diminta menyempurnakan rencana pelaksanaan pengadaan (RPP). ’’Sebagian masih perlu verifikasi RPP oleh SKPD pengguna anggaran,’’ katanya.

Di antara 16 item pekerjaan yang masuk LPSE, yang paling banyak adalah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik. Bidang infrastruktur jalan dan tata ruang mendominasi. Oedi mengakui, jumlah paket lelang yang masuk ke LPSE memang meleset dari target. ’’Harusnya, hingga Maret, jumlah pengajuan lelang yang masuk bisa mencapai 49 paket pekerjaan,’’ ungkapnya. Sementara itu, total, terdapat 195 proyek Pemkab Gresik tahun ini. BLP-BJ memasang target seluruh dokumen lelang harus tuntas Juni mendatang. ’’Dengan begitu, eksekusi pelaksanaan proyek bisa dilakukan lebih cepat,’’ ucapnya.

Meski masih jauh dari target, lanjut Oedi, proses lelang tahun ini lebih cepat daripada 2016 atau 2015. Itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo dan Bupati Sambari Halim Radianto agar pekerjaan dilakukan pada awal tahun. ’’Ada peningkatan. Tahun ini relatif lebih cepat,’’ ujarnya. 

Salah satu paket pekerjaan yang sudah masuk adalah penataan kawasan Alun-Alun Gresik. Kabid Cipta Karya Dinas PU Gresik Tri Handayani Setyarini menjelaskan, tahun ini diawali dengan penataan wajah kawasan alun-alun kota. Penataan alun-alun akan terkoneksi langsung dengan Masjid Jami’ Gresik. ’’Anggaran tahun ini mencapai Rp 19,2 miliar,’’ ujarnya. Di tengah alun-alun, didirikan bangunan dua lantai yang dikonsep mirip pendapa. Ada ruang terbuka di lantai dua. ’’Bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat. Misalnya, acara pameran,’’ tutur Tri Handayani.

Di bagian atas, juga dibangun selasar. Bangunan selasar akan dibuat melingkar mengikuti bentuk segi empat alun-alun. Selasar tersebut bisa digunakan publik untuk berolahraga. Misalnya, joging. Nah, pilar selasar itu akan menyambung langsung dengan Masjid Jami’ Gresik. Dengan begitu, pengunjung mudah masuk ke masjid tanpa menyeberangi jalan raya.

Tri Handayani menjelaskan, struktur bangunan akan digarap tahun ini. Tahun depan, pembangunan dilanjutkan dengan penyempurnaan arsitektur. Total anggaran keseluruhan diestimasikan mencapai Rp 27 miliar. 

 sumber

Kepala BLP: "hal ini untuk memotivasi teman-teman Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa memacu kinerja yang selama ini sudah baik supaya semakin hebat, "BLP Hebat, BLP Sejahtera, BLP Masuk Surga". Amin."